- Termoset
- Termoplastik
Blog ini untuk media sharing kita dibidang mechanical ya kawan, jangan lupa KLIK iklan ya, Terima kasih
Polymer Matrix Composite
Polymer Matrix Composite merupakan material komposit yang matriknya terbuat dari bahan polimer seperti poliester, polietilena, polipropilen, polivinil klorida dan lain sebagainya. Komposit jenis ini merupakan komposit yang paling umum digunakan dikarenakan dalam pembuatan komposit polimer biaya lebih murah, kekuatan dari komposit yang tinggi dan prinsip manufaktur yang sederhana. Proses pembuatan komposit ini seperti injection molding, spraying dan flament winding.
Metal Matrix Composite adalah matrial komposit yang tersusun dari matrik logam seperti alumunium, baja, magnesium, titanium. Serat pengisi dari komposit tersebut biasanya berasal dari karbon, silikon karbida. Material komposit yang menggunakan MMC bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan untuk menaikkan atau menurunkan sifat logam. Misal kekuatan, kekakuan, elastisitas logam dapat ditingkatkan dan konduktifitas logam dapat dikurangi dengan menambahkan silikon karbida sebagi penguat dari material komposit.
Jika dibanding dengan PMC, MMC memiliki kelebihan yaitu sifat elastis yang lebih tinggi, tidak terpengaruh oleh kelembapan, konduktifitas termal, konduktifitas listrik yang lebih tinggi.
Ceramic Matrix Composite merupakan material komposit yang tersusun oleh matrik keramik seperti alumina kalsium alumino silikat yang diperkuat dengan serat karbon atau silikon karbida. Keuntungan dari Ceramic Matrix Composite adalah kekerasan yang tinggi, kekuatan yang tinggi, ketahanan terhadap suhu tinggi, kepadatan rendah. Memperkuat keramik dengan serat seperti silikon karbida atau karbon dapat meningkatkan kekuatan dari material tersebut (Kaw, 2006). Komposit ini baru dikembangkan secara khusus untuk turbin pesawat terbang, generator pembangkit listrik, maka dari itu biaya pembuatan komposit jenis ini tinggi.
Carbon Carbon Composite merupakan komposit yang tersusun dari serat karbon yang tertanam dalam matrik karbon pirolisa. Komposit jenis ini relatif baru dan cukup mahal dikarenakan teknik pemrosesan sangat kompleks sehingga tidak banyak digunakan secara ekstensif. Material komposit ini memiliki nilai koefisien ekspansi termal yang rendah, konduktivitas termal yang tinggi, ketahanan terhadap keretakan. Komposit ini sering digunakan dalam motor roket, komponen mesin turbin.
Berdasarakan arah orientasi komposit dengan menggunakan serat pendek dibedakan menjadi dua tipe yaitu serat acak dan serat satu arah. Tipe serat acak sering digunakan dalam industri dikarenakan faktor biaya dalam pembuatan lebih murah. Kekurangan dari komposit tipe ini adalah dari segi sifat mekanik yang lebih rendah dibanding dengan komposit jenis serat lurus.
Komposit serat panjang adalah komposit yang mempunyai keunggulan pada susunan serat yang mudah diorientasikan. Secara teoritis panjang serat dapat digunakan untuk menyalurkan pembebanan dari suatu titik pembebanan.
Struktur komposit laminar terdiri dari dua atau lebih lapisan yang terikat sehingga membentuk bagian integral. Komposit laminar sering menggunakan bahan yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan dari masing-masing material penyusun, perbedaan penyusun bertujuan untuk mendapatkan sifat khusus dari penyusun tersebut.
Komposit sandwich merupakan komposit yang dirancang untuk panel dikarenakan memiliki kekuatan dan kekakuan yang tinggi. Komposit ini terdiri dari dua lembar, lembaran luar terdiri dari bahan yang relatif kaku yaitu paduan alumunium, plastik yang diperkuat dengan serat, titanium, baja. Material tersebut dipilih dikarenakan dapat menahan tegangan tarik yang dihasilkan dari pemuaian. Sedangkan material dasar dari komposit ini merupakan material yang ringan dan memiliki modulus elastisitas yang rendah, seperti busa polimer, kayu.
Material komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentuknya berbeda. Material komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari pada logam, memiliki kekuatan bisa diatur yang tinggi (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strength/weight) dan kekakuan jenis (modulus Young/density) yang lebih tinggi daripada logam, tahan korosi, memiliki sifat isolator panas dan suara, serta dapat dijadikan sebagai penghambat listrik yang baik, dan dapat juga digunakan untuk menambal kerusakan akibat pembebanan dan korosi (Sirait, 2010).
Penjelasan lain tentang komposit juga diutarakan oleh Van Rijswijk, M.Sc, dkk (2001), dalam bukunya Natural Fibre Composites, komposit adalah bahan hibrida yang terbuat dari resin polimer diperkuat dengan serat, menggabungkan sifat-sifat mekanik dan fisik.
Ada tiga faktor yang menentukan sifat-sifat dari material komposit, yaitu:
1 Keamanan Kerja
Pengertian keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin,
pesawat, alat kerja, bahan
dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan
lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja bersasaran segala tempat kerja, baik didarat, didalam tanah, dipermukaan air, didalam air, maupun diudara. Tempat-tempat demikian tersebar
pada segenap kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri, pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum, jasa dan lain-lain. Salah satu
aspek penting sasaran keselamatan kerja mengingat resiko bahanya adalah penerapan
teknologi, terutama teknologi yang
lebih maju dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah
tugas semua orang yang bekerja. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, untuk setiap tenaga kerja serta orang
lainnya dan juga masyarakat pada umumnya. Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung
terciptanya suasana kerja yang
aman, baik berupa materil maupun
nonmateril.
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya sebagai
berikut.
1. Baju kerja
2. Helm
3. Kaca mata
4. Sarung tangan
5. Sepatu
Unsur-unsur penunjang
keamanan
yang bersifat
nonmaterial
adalah
sebagai berikut.
1. Buku
petunjuk penggunaan
alat
2. Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
3. Himbauan-himbauan
4. Petugas keamanan
Tujuan Keselamatan Kerja :
1. Melindungi
para
pekerja dan orang lain
di tempat kerja.
2. Menjamin
agar setiap sumber produksi
dapat dipakai
secara
aman dan effisien.
3. Menjamin
proses produksi berjalan
secara aman
2. Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat
pekerja
memperoleh derajat kesehatan
setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan
usaha pencegahan dan
pengobatan terhadap
penyakit
atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja tidak hanya
diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang Pokok
Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960,
BAB I pasal 2, keadaan
sehat diartikan sebagai
kesempurnaan
keadaan jasmani, rohani, dan kemasyarakatan.
3. Keselamatan
Kerja
Keselamatan kerja
dapat diartikan sebagai keadaan terhindar
dari
bahaya selama melakukan pekerjaan. Dengan kata lain
keselamatan
kerja merupakan salah
sau
faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada seorang pun didunia ini yang
menginginkan terjadinya kecelakaan. Keselamatan kerja
sangat bergantung
.pada jenis, bentuk,
dan lingkungan dimana pekerjaan
itu dilaksanakan.
Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah
sebagai
berikut:
a. Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan diatas.
b. Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan
kesehatan kerja.
c. Teliti dalam bekerja
d. Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja.
Keselamatan yang bertalian dengan
mesin, pesawat, alat kerja,
bahan dan
proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Suma’mur).Sasaran Segala tempat kerja (darat, di dalam tanah, permukaan dan
dalam air, udara) :
1. Industri
2. Pertanian
3. Purtambangan
4. Perhubungan
5. Pekerjaan umum
6. Jas
Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja
adalah upaya perlindungan bagi tenaga
kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan
selamat selama bekerja di
tempat
kerja. Tempat kerja adalah ruang tertutup
atau terbuka, bergerak atau
tetap, atau sering
dimasuki tenaga kerja untuk keperluan
usaha dan tempat
terdapatnya sumber-sumber bahaya.
Kecelakaan
kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang disebabkan oleh :
1. Mesin
2. Alat
angkutan
3. Peralatan kerja yang lain
4. Bahan kimia
5. Lingkungan kerja
6. Penyebab yang lain
Komposit terdiri dari dua material penyusun yaitu serat dan matriks, dimana serat berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekaakuan dar...